I M Possible – and you are too

I M Possible – and you are too

Hi, nama saya Deny, dan saya seorang introvert. Saya sering ditanya bagaimana cara saya menjalankan bisnis Young Living dan setelah berpikir panjang, saya memutuskan untuk menceritakan di sini. *warning: ceritanya lumayan panjang dan bisa menjadi bahan untuk bantu kalian bobo*

Saya bergabung di Young Living Februari 2013, ketika anak pertama saya berusia 5 bulan.

Tujuan saya saat itu adalah Be Prepared! Sedia payung sebelum hujan.

Tidak, anak saya tidak sakit. Tidak, anak saya tidak ada masalah. Saya memberikan ASI full ke anak saya dan menyapih di usia 15 bulan. Upline saya, Faith, mengenalkan Young Living di group chat. Saya google, saya baca, dan dalam seminggu saya bilang ke dia, saya mau join dan saya telah menyediakan list apa saja yang saya mau belanja untuk 3 bulan pertama karena tujuan saya adalah mendapatkan gratis diffuser. Yak, saat itu, belum ada PEP. Saya cukup join dengan 100 PV dan sudah menjadi anggota.

Sejak menjadi anggota, saya tiap malam selalu google dan mencari tahu tentang manfaat oil2 yang saya punya dan akan saya punya. Saya bergabung di facebook group OneDrop dan membaca sharing teman-teman disana. 9 bulan, saya hanya membaca dan membaca. Upline saya menghargai privacy saya dan tidak pernah mengungkit soal bisnis YL. Malah diawal join saya bilang ke dia, “Saya tidak mau cari member ya.” Dia bilang ok, gpp. Saat itu sebenernya saya tidak suka direct marketing (MLM).

Di bulan ke 3 saya bergabung, saya sudah mau berhenti membership begitu mendapatkan diffuser. Tetapi ada hal yang membuat saya melanjutkan (mungkin sudah jalannya ya..), anak saya demam ketika berada di Tokyo. Singkat cerita, saya jadi lebih yakin memakai YL karena hal tersebut. Sebelum ulang tahun pertama anak saya di Tokyo, dia demam tinggi. Untungnya 3 hari tuntas. Saat itu saya kilat belajar raindrop hanya dari baca dan video. Dan juga konfirmasi dengan upline saya untuk beberapa hal melalui whatsapp. Sebulan kemudian, ketika kita balik lagi ke Tokyo, suami saya kena tukak lambung. Untungnya kita tinggal dekat Young Living Jepang. Itu pertama kalinya saya mengenal Ningxia Red. It changed our lives, for the better.

Loh, mana cerita bisnisnya? Sabar yah, saya mesti detail kasih backgroundnya terlebih dahulu 😀 Saya lulusan S3 dari Teknik Elektronik di bidang Semiconductor. Setelah lulus, saya kerja 3 tahun untuk memenuhi kontrak beasiswa S3. Setelah kontrak terpenuhi, saya memutuskan untuk berhenti kerja supaya bisa ikut suami saya yang sering travel. Buat kita, itu tiba-tiba kehilangan pendapatan yang mencakup hampir 60% dari total penghasilan keluarga kita. Sekeliling saya <biasalah ya namanya family> menyesalkan keputusan saya, tetapi suami saya tetap mendukung keputusan saya. Untuk itu saya sangat bersyukur. Saya memutuskan untuk mengurus anak sendiri.

Tidak mudah untuk budgeting Young Living setiap bulan, tetapi suami saya tahu, apa yang saya lakukan, demi kebaikan semua. Saat itu, saya belum menjalankan bisnis Young Living. Saya semuanya pakai sendiri. Saya koleksi essential oil buat diri sendiri. Saya hit promo tapi semua produknya saya simpan. Saya tidak jualan dan saya juga tidak menyarankan member2 saya menganut sistem ini.

9 bulan berlalu, saya merasa siap untuk membantu komunitas OneDrop. Mereka telah memberikan info2 bermanfaat di group, saya ingin kontribusi. Mulailah saya komen ketika ada yang menanyakan kondisi tertentu. Dari sana, teman SMA saya pm saya. Saya jelaskan, dan karena mereka juga want better lives for their families, they were willing to give a try. Itu awal permulaan saya.

Fast forward, saya menjadi Silver di Oktober 2014. Psst, saya beli ZYTO di awal 2014 dan sekali lagi, ini demi persiapan. Jika butuh, saya sudah tahu bagaimana memakai. Karena saya ada ZYTO, saya perlu melengkapi koleksi Young Living saya. Saya tidak mau ketika emergency dan butuh oil atau produk lain ketika di scan, saya tidak punya. Saya terlalu OCD untuk hal ini.  Saat itu, buat saya hanya hobi. Saya tidak serius menjalankan sisi bisnis ini. Hasilnya, kaki ke2 saya ngos-ngos dan hanya mandeg di angka minimal untuk memenuhi kriteria.

Oktober 2014 juga saya mengundang upline saya untuk mengajar di kota kelahiran saya, Palembang. Saat itu, member saya di Palembang menjanjikan akan mengumpulkan orang. Saya percaya dan tidak follow up lebih jauh. Singkat cerita, yang hadir tidak sampai 8 orang. Saya merasa tidak enak hati dengan upline saya yang telah jauh2 dari Singapore untuk men-support saya. Untungnya dia tidak apa-apa. Prinsip saya belum berubah, YL hanya hobi. Saya senang jika orang ingin mengurangi produk sintetik. That’s it!

Setahun kemudian, Oktober 2015, saya digeret downline saya, Norce untuk ikut seminar yang diorganisasi oleh tim dia di Jakarta. Doi menjadi GOLD di bulan tersebut. Saya sangat senang. She deserves it! YL still a hobby for me.

Awal tahun 2016, ini adalah turning point saya. Saya diberitahu beberapa member saya bahwa ada praktek tidak adil di bisnis YL. Sebut saja A join dengan B. Dan A mengenalkan teman-teman dia yang mau jadi member ke B. Tapi akhirnya, tidak ada satupun ditempatkan dibawah A. Teman-teman dia ntah dialokasikan kemana. Versi lain, teman-teman dia dibawah A, tapi A bukan enroller, hanya sponsor. Buat saya ini tidak benar. Saya tidak suka ketidakdilan (terlalu banyak nonton dan baca soal super heroes, beginilah jadinya….). Sejak itu saya bertekad untuk menaikkan grup saya. Saya ingin orang-orang yang ingin belajar, tahu tentang grup saya. Untuk itu, saya mesti naik rank.

To change the world, you have to be on the top – let’s get down to business. (Note: saya telah menguasai comp plan 85% sebelum saya silver dengan mempelajari sendiri, tapi buat saya saat itu hanya sekadar informasi)

Tujuan saya adalah memberikan pilihan ke member2 saya. Mereka tidak lagi tidak bisa apa-apa ketika situasi membutuhkan. Mereka bisa ada pilihan lain selain mendengar vonis dokter. Mereka bisa mencari jalan yang lebih baik. Mereka bisa tahu apa yang SALAH dari sistem kesehatan kita. Bisa tahu juga healthy lifestyle, read the labels, dan masih banyak lagi.

Dengan WHY saya, saya menyisihkan waktu di bulan Agustus 2016 ketika saya plan ke Jakarta untuk mengajar ke 3 kota. Jambi, Surabaya, dan Jakarta.

  • Kota pertama, Jambi, karena member saya di Jambi menyatakan ok. Saya beli tiket pesawat pagi-pagi ke Jambi dan pulang sore Jambi-Jakarta. Peserta hanya 1 dan tidak terlalu berminat.
  • Kota kedua, Surabaya, saya beli tiket pagi ke Surabaya dan pulang sore-malam Surabaya – Jakarta juga. Peserta 5. Satu hadir berkat sosial media dan ingin belajar lebih banyak.
  • Kota ketiga, Jakarta. Peserta 20+ Bahkan ada yang dari Makassar datang. Ini berkat Kitty yang merally member2 dia di Jakarta dan beberapa kontek saya ketika saya post di sosial media.

Jika WHY saya tidak kuat, saya sudah patah semangat ketika saya pulang dari Jambi. Hanya dengan mengingat alasan saya ingin empower orang lebih banyak yang membuat saya begadang hampir tiap malam untuk menulis artikel dengan KONSISTEN dan post di sosial media. Saya bukan tipe yang suka sosial media, tetapi saya lakukan dan saya lewati zona kenyamanan saya. Sekarang zona kenyamanan saya lebih luas tetapi akan ada selalu langkah melewati zona kenyamanan demi GROW.

Untuk naik, saya butuh orang-orang yang mau berjalan seiring saya. Yang mempunyai visi dan misi mirip, yang bersedia go the distance. Saya reach down sampai level 3 atau 4. Mereka setuju. Kita jalankan.

Oktober 2016, saya menjadi GOLD.
Maret 2017, saya menjadi PLATINUM.
Agustus 2017, saya menjadi DIAMOND.

Buat saya semua itu mungkin berkat builder2 saya yang bersedia jalan bersama saya. Kita tidak mengkompromi integritas grup. Saya senang karena saya tidak lagi menjalankan bisnis sendirian. Saya ada tim yang saling membantu, crosslines saling bantu cover di grup chat maupun di kelas. Di hari H-1 YL Indo Opening April 2017, OneDrop founder, Kai Tan, bilang, “Leadership can be lonely…..” Indeed! SO THANK YOU GUYS! Without you, I will not be here. It’s no longer a lonely journey. We have each other.

Buat saya, kuncinya adalah konsistensi dan disiplin. Konsistensi post, konsistensi bantu di grup, konsistensi dalam perbuatan, konsistensi….
Disiplin dalam jadwal. Jika ingin blog, silakan. Sisihkan waktu 2-3 jam untuk menulis tanpa terganggu. Jika emang terpaksa, di malam hari ketika semua tidur. Teguk Ningxia dan Nitro dan Mineral Essence jika perlu. Disiplin dalam waktu.

SIBUK? Semua orang sibuk. Prioritasmu apa?
Apakah WHY mu cukup kuat untuk menghindari kata2 sibuk ketika saya bertanya, “apa kendalamu dalam melakukan bisnis YL?”
Apakah WHY mu cukup kuat ketika dihadapkan masalah?
Apakah WHY mu cukup kuat ketika kamu mengadakan kelas dan yang hadir hanya 1?
Apakah WHY mu cukup kuat ketika uplinemu tidak support dan kamu memutuskan untuk reach out ke upline lebih ke atas?
Ditelaah, apakah apa yang membuatmu tidak bisa maju, itu alasan belaka yang bisa diperbaiki jika melihat lebih dalam ke diri sendiri?

I am not perfect and I will not be. I am only human who can err. However, if I decide that I wanna do it, I will do it, no excuse. If you are afraid to make mistakes and that makes you don’t want to move forward, then you will standstill for a long time. We learn from mistakes, and that’s how we grow. Learn to be humble and be grateful with what we have.

XOXO
Deny Sentosa
(Diamond Leader #1415910)

Whatsapp: +62 821 7734 4515
email: deny.sentosa@gmail.com
IG: deny.sentosa

Ingin beli dan masuk dalam grup eksklusif GHSFN? Silakan klik  disini . Ingin tanya-tanya biar mantap memilih, bisa whatsapp saya di nomor diatas atau DM saya di IG. Bonus menjadi anggota grup saya adalah dukungan penuh dalam memakai Young Living dan juga bergabung di komunitas ONE DROP, komunitas yang mengutamakan edukasi sejak dari awal berdiri hingga sekarang 🙂
Deny Sentosa
deny.sentosa@gmail.com
No Comments

Post A Comment